Hikmatul Iman

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Hikmatul Iman

Post  hanavie2 on Sat Mar 15, 2008 9:24 am

Di LSBD HI, kita belajar menggunakan segala potensi dalam diri kita untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Untuk mencapai tujuan tersebut, LSBD HI menggali berbagai metode untuk memanfaatkan kemampuan terpendam manusia yang sangat hebat, sesuai dengan kapasitasnya sebagai khalifah fil 'ardh (pemimpin di muka bumi).

Umat Islam sering mengabaikan kenyataan bahwa Rasulullah saw. telah memberikan teladan yang baik dalam masalah keperkasaan secara fisik. Sebagian umat Islam menyangka bahwa kemenangan demi kemenangan yang dicapai oleh Rasulullah saw. dan para sahabatnya adalah sebagai hasil instan dari keimanan yang kuat di dalam hati. Padahal, Allah sendiri yang berfirman, "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri". Artinya, orang-orang yang hatinya benar-benar beriman pun tidak akan diberikan kemenangan jika tidak mempersiapkan dirinya dengan baik. Kemenangan umat Islam di perang Badar yang dahsyat itu adalah karena Allah berkenan memberikan kemenangan, dan Allah berkenan karena menyaksikan usaha yang gigih yang telah diperlihatkan oleh umat Islam pada masa itu. Kita yakin bahwa Rasulullah saw. dan para sahabatnya telah mempersiapkan diri dengan baik, mengasah senjata-senjatanya, mengatur strategi pamungkas, mempersiapkan berbagai alternatif penyerangan, menetapkan garis pertahanan, sekaligus melatih fisik dan teknik dalam pertarungan. Kalau saja mereka asal-asalan dalam mempersiapkan diri, barangkali Allah tidak akan berkenan memberikan kemenangan.

Kemenangan adalah suatu takdir bagi umat Islam, jika kita memperbaiki nasib kita sendiri dengan usaha maksimal. Fisik yang kuat, jiwa yang tegar dan akal yang cerdas adalah sebuah keharusan, jika kita memang ingin kembali menegakkan kejayaan Islam di muka bumi. Inilah salah satu dasar pemikiran yang menjadi alasan untuk mendirikan LSBD HI, yaitu untuk memaksimalkan potensi masing-masing individu dalam umat Islam.

LSBD HI menempa tubuh dengan berbagai cara untuk membangkitkan kemampuan yang terpendam dari tubuh manusia. Karena potensi dalam tubuh manusia sendiri sebenarnya sudah sangat cukup untuk segala keperluan sebagai khalifah fil 'ardh, maka LSBD HI tidak menggunakan metode-metode lain yang tidak sesuai syariat Islam. Metode HI tidak menggunakan wirid-wirid apa pun, karena wirid yang benar adalah wirid yang disertai dzikir (mengingat Allah) dengan tujuan hanya karena Allah, bukan karena kesaktian belaka. Kita juga tidak mengenal metode-metode berpuasa berhari-hari atau pantangan-pantangan tertentu dalam mengkonsumsi makanan, karena metode puasa yang benar telah diajarkan oleh Rasulullah saw. dan makanan yang dilarang pun sudah jelas aturannya dalam Al-Qur'an dan Hadits. Ada pun meminta bantuan jin adalah perbuatan yang sangat nista dan menghinakan keputusan Allah yang telah mengangkat manusia sebagai makhluk-Nya yang paling sempurna. LSBD HI tidak akan pernah menempuh cara-cara demikian untuk mengolah kemampuan manusia.

Latihan-latihan di LSBD HI benar-benar berupa kegiatan fisik yang diatur sedemikian rupa sehingga bisa membangkitkan potensi terpendam dalam tubuh manusia. Meski demikian, banyak orang yang memperoleh informasi yang salah sehingga menuduh HI menempuh cara-cara yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam dalam latihannya. Apakah melakukan push-up melanggar syariat? Bagaimana dengan posisi kuda-kuda yang dikerjakan bermenit-menit lamanya? Sebenarnya tuduhan tidak berdasar ini datang dari orang-orang yang tidak pernah benar-benar mengenal LSBD HI secara dekat.

hanavie2

Jumlah posting : 3
Registration date : 15.03.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

PENYIMPANGAN HIKMATUL IMAN

Post  Admin on Wed Mar 19, 2008 9:42 am

Anda Cuma menyampaikan visi dan Misi Hikmatul Iman juga berbagai teori yang semuanya bisa dibuat semenarik mungkin agar semua percaya dengan ke"bersihan" Hikmatul Iman, namun jika Kita bicara mengenai Syari'at Islam yang berkenaan dengan akidah tauhid maka akan berbeda hasilnya.
Kami akan mengkritisi beberapa penyimpangan-penyimpangan Hikmatul Iman yang kami kritisi berdasarkan Syari'at Islam.

1. Kemampuan Meramal Hikmatul Iman.

Dalam teori Hi menjelaskan bahwa Tenaga dalam dapat membuat kita dapat meramal, sebagaimana penjelasan anda yang mengatakan : Untuk mempertajam panca indera. Jadi kelima panca indera mulai dari penglihatan, pendengaran, penciuman, indera peraba an perasa menjadi lebih peka pada tingkatan tertentu ke atas. Untuk membangkitkan indera keenam. Indera keenam yang lazim disebut dengan Extra Sensory Perception (ESP) bila sudah bangkit maka firasat kita akan menjadi tajam dan bisa mengetahui adanya bahaya sebelum terjadi. Selain itu juga bisa mengetahui niat jahat seseorang hanya dengan melihat sekilas raut wajah orang tersebut.

Lalu dijelaskan juga di http://purwokerto.phpnet.us/hi_website/readarticle.php?article_id=22 dalam judul "otak dapat meramal masa depan" dengan mengambil penelitian ilmuan barat yang sama sekali bukan ilmuan Islam.

Mari kita tinjau dari sisi syari'at : orang dapat memiliki kemampuan meramalkan sesuatu sebelum terjadi, meramalkan masa depan setelah berlatih tenaga dalam/ilmu metafisik termasuk dalam kategori syirik. Sebab jika kemampuan itu benar-benar bisa dilakuakan oleh manusia maka Rasulullah adalah orang pertama yang mempunyai kemampuan seperti itu. Sebab Pada masa syi'ar Islam dizaman rasul tentu diperlukan kemampuan meramal. Namun Rasulullah tidaklah mempunyai ilmu meramal sebagaimana hadits rasulullah : ketika Utsman bin Mazhun meninggal. Nabi bersabda "demi Allah, aku berharap kebaikan baginya. Dan aku tidak tahu. Demi Allah meskipun aku utusan Allah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku kelak" (Hr. Bukhari) Apakah kalian merasa lebih hebat dari rasul? Kalian tahu tekhnik meramal dan rasul tidak tahu? Apakah kalian merasa lebih tinggi Ilmu Tenaga Dalam disbanding Rasul yang tidak punya Ilmu Tenaga Dalam hingga tidak bisa meramal? Kalian lebih percaya penelitian orang kafir disbanding Hadits Rasul? Ingatlah Ilmu dan teknologi harus mengikuti Syari'at Islam bukan Syari'at mengikuti teknologi!!!!!!
“ Orang yang mendatangi tukang ramal kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam”. (Hadist Riwayat IMAM MUSLIM dan IMAM AHMAD dari sebagian isteri Nabi [Hafshah])


2. Mengusir Jin dengan cara yang syirik lagi bid'ah
Sebagaimana dijelaskan di http://hiuk.multiply.com/reviews


Tips dan Trick diganggu Jin
Faktor penyebab:
a.Jin yang manampakan diri dan iseng.
b.Peka dan dapat melihat jin
c.Sugesti perasaan takut bersalah kepada orang yang meninggal sehingga mendatangkan jin qarin orang yang meninggal.
d.Anasir dari rumah baru tempat tinggal.

Gejala:
sering melihat jin atau bayangan-bayangan aneh. Mimpi buruk (nightmare). Sering mendengar suara-suara yang entah berasal dari mana.

Terapy ala HI:
a.Pastikan bahwa pasien tidak stress. Bila stress progam pengobatan khusus penguat memori salurkan ke telapak tangan sertai hawa panas (TD), tempelkan ke kepala bagian belakang. Kemudian transfer ke pasien ilmu kuat melihat segala jenis jin kafir dan jin Islam.
b.Aktifkan pembersih, penghancur anasir dan penghancur, penghancur segala jenis jin kafir dan turunan ilbis salurkan ke telapak tangan sertai hawa panas (TD), tempelkan pada kepala bagian belakang (otak kecil) dan perut. berikan tahanan kepada pasien.
c.Bersihkan rumah pasien dengan pembersih, penghancur anasir atau pembakar jin kafir otomatis atau badai api, kemudian netralisir dan beri tahanan anti jin, api neraka atau pagar api
d.Transfer melalui air putih pembersih, penghancur anasir dan ilmu kuat melihat segala jenis jin kafir dan jin Islam.
e.Pengobatan bagi anggota HI dengan perbanyak latihan tenaga dalam, kepekaan dan nyali serta motivasi menpelajari keilmuan HI. Perkuat pertahanan metafisik.

Yang perlu diperhatikan: kurangi melamun dan berkhayal yang mengakibatkan pikiran kosong. Jaga perkataan jangan sampai menyakiti orang lain.


Sumber:
Buku panduan pengobatan LSBD Hikmatul Iman “MUJAROBAT HI” disusun LSBD HI cabang Sumedang.


Cara mengusir jin ala HI tersebut adalah Bid'ah sebab tidak ada tuntunannya dari Rasul!!!! Sebab Rasulullah tidak pernah menyontohkan! Cara mengusir jin dari rumah yang dicontohkan Rasul ialah dengan membaca surah Al-Baqarah sebagaimana Rasul bersabda" syetan akan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah" (HR.Muslim) bukan dengan " Bersihkan rumah pasien dengan pembersih, penghancur anasir atau pembakar jin kafir otomatis atau badai api, kemudian netralisir dan beri tahanan anti jin, api neraka atau pagar api"
APAKAH KALIAN MERASA LEBIH HEBAT DARI RASULULLAH HINGGA TIDAK PERLU MEMBACA SURAT AL-BAQARAH SEBAB KALIAN SUDAH PUNYA TENAGA DALAM???

Mengusir jin dari tubuh seseorang bukan dengan " Bila stress progam pengobatan khusus penguat memori salurkan ke telapak tangan sertai hawa panas (TD), tempelkan ke kepala bagian belakang. Kemudian transfer ke pasien ilmu kuat melihat segala jenis jin kafir dan jin Islam." Sebab prilaku itu adalah syirik lagi bid'ah karena Rasulullah tidak menyontohkan!!! Mengusir jin dari tubuh seseorang haruslah dengan ruqyah syar'iyyah dngan bacaan Al-Qur'an yang disyari'atkan.

3. Atraksi mementalkan orang dari jarak jauh

Mementalkan orang dengan menggunakan TD atau Tm adalah prilaku syirik lagi bid'ah sebab tidak ada contoh nya dari rasulullah.
Hukum tenaga dalam, jika mengatas namakan Islam (biasanya dicampur dengan dzikir-dzikir asma Allah) maka haram. Kalau kalian menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk beribadah kepada Allah, maka kami katakan bahwa ini adalah bid’ah sebab kenapa harus menggunakan tata cara dan gerakan-gerakan khusus yang tidak pernah diajarkan oleh Allah dan Rasulullah..
Dan tidak ada dalil sama sekali bahwa dengan gerakan-gerakan khusus yang mereka lakukan bisa menghasilkan kesaktian (bisa mementalkan orang dari jarak jauh dll). Kalau kalian mengatakan tujuan mereka untuk beribadah dan untuk memperoleh kekuatan, maka kami katakan kalian telah melakukan kesyirikan sebab niat ibadah mereka selain untuk Allah juga untuk hal yang lain.

4. Ngimpleng (melihat jin, melihat alam ghoib dll)
Apa yg kalian lakukan adalah perbuatan syirik lagi bid'ah sebab Rasulullah sendiri tidak bisa ngimpleng.
Rasulullah,imamnya para Rasul dan manusia termulia tidaklah memiliki kemampuan melihat alam ghoib, alam barzah dan jin dangan panca indranya kecuali diberi kekhususan oleh Allah sebagi Mu’jizat yang diberikan pada Rasulullah yang tidak bisa digunakan rasul sekehendak hatinya sebab datangnya saat-saat tertentu saja. Allah berfirman tentang hal ini di dalam surat Al-A’raf ayat 188:

“Katakanlah:’Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah.Dan sekiranya aku mengetahui hal-hal yang ghoib,tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan,dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.’”

Ada banyak lagi penyimpangan-penyimpangan dalam Hikmatul Iman, Insya Allah kami akan membuat sebuah buku khusus untuk menganggapi klaim-klaim kehebatan Tenaga dalam dan Ilmu metafisik yg penuh syirikan dan kebid'ahan.
avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 18
Age : 37
Registration date : 04.12.07

Lihat profil user http://ruqyah-online.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik