<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title>Pemikiran Sesat</title>
		<link>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/-t1.htm</link>
		<description>SEPILIS, Tahayul, Bid'ah, Khurafat</description>
		<lastBuildDate>Fri, 22 Feb 2008 07:34:35 GMT</lastBuildDate>
		<ttl>10</ttl>
		<image>
			<title>Pemikiran Sesat</title>
			<url>http://ruqyahsyariyah.googlepages.com/bendera_animasi.gif</url>
			<link>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/-t1.htm</link>
		</image>
		<item>
			<title>TANGGAPAN ATAS KESALAH PAHAMAN KANG DICKY TENTANG RUQYAH (1)</title>
			<link>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/tanggapan-atas-kesalah-pahaman-kang-dicky-tentang-ruqyah-1-t11.htm</link>
			<dc:creator>Abu Muhammad Rafly</dc:creator>
			<description>Assalamu'alaikum



Ketika saya sedang blog walking, saya menemukan sebuah artikel yang ditulis oleh Dicky Zaenal Arifin seorang Guru Besar Yayasan Hikmatul Iman Indonesia, bisa dilihat http://positiveinfo.wordpress.com/2007/12/25/tamimah-ruqyah-dan-tiwalah-adalah-syirik/ Betapa terkejutnya saya ketika mendapati adanya banyak sekali syubhat-syubhat yang ditulis beliau menganai terapi ruqyah. Sebelum saya membantah talbis yang dihembuskan kang Dicky ini, ada baiknya para pembaca sekalian membaca  ...</description>
			<category>Pemikiran Sesat</category>
			<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 04:43:13 GMT</pubDate>
			<comments>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/tanggapan-atas-kesalah-pahaman-kang-dicky-tentang-ruqyah-1-t11.htm#13</comments>
			<guid>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/tanggapan-atas-kesalah-pahaman-kang-dicky-tentang-ruqyah-1-t11.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Penentang Ruqyah&amp;quot;Setali Tiga uang&amp;quot; (1)</title>
			<link>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/penentang-ruqyah-setali-tiga-uang-1-t12.htm</link>
			<dc:creator>Admin</dc:creator>
			<description>Assalamu'alaikum. Wr.Wb

Ada seseoraang bernama Akmal telah menulis sebuah artikel di webblognya yang pembaca sekalian bisa lihat di  http://akmal.multiply.com/journal/item/173 yang menghembuskan subhat-syubhat negatif terhadap ruqyah Syar'iyyah.



Akmal ini adalah muridnya Dicky Zaenal Arifin seorang guru besar Perguruan Tenaga Dalam Hikmatul Iman Indonesia yang juga membuat syubhat-syubhat terhadap da'wah tauhid yang dibawa aktifis Ruqyah Syar'iyyah yang bisa dilihat di http://positiveinfo.wordpress.com/2007/12/25/tamimah-ruqyah-dan-tiwalah-adalah-syirik/  ...</description>
			<category>Pemikiran Sesat</category>
			<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 07:34:35 GMT</pubDate>
			<comments>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/penentang-ruqyah-setali-tiga-uang-1-t12.htm#17</comments>
			<guid>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/penentang-ruqyah-setali-tiga-uang-1-t12.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>MEMBACA SHALAWAT BID'AH</title>
			<link>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/membaca-shalawat-bid-ah-t9.htm</link>
			<dc:creator>Admin</dc:creator>
			<description>Kita banyak mendengar lafazh-lafazh bacaan shalawat untuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam yang diada-adakan (bid'ah) yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam, para sahabat, tabi'in, juga tidak oleh para imam mujtahid. Tetapi semua itu hanyalah buatan sebagian masyayikh (para tuan guru) di kurun belakangan ini. Lafazh-lafazh shalawat itu kemudian menjadi terkenal dikalangan orang awam dan ahli ilmu, sehingga mereka membacanya lebih banyak daripada membaca shalawat  ...</description>
			<category>Pemikiran Sesat</category>
			<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 18:02:41 GMT</pubDate>
			<comments>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/membaca-shalawat-bid-ah-t9.htm#11</comments>
			<guid>http://ruqyah-online.forumotion.com/pemikiran-sesat-f6/membaca-shalawat-bid-ah-t9.htm</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>